Friday, April 15, 2011
v for vendetta Indonesia. aksi bom cirebon & aksi bom 2011
aksi bom yang terjadi di indonesia mulai keliatan lagi, kini kantor polisi yang menjadi sasarannya besok apalagi ya?? kejadian pemboman di indonesia ini seperti sebuah V for vendetta.
seorang individu yang menyebut dirinya V, dengan mengenakan kostum ala Guy Fawkes mulai mengambil tanggung jawab atas semua hal yang terjadi dan mulai melancarkan propaganda yang dikenal dengan istilah "propaganda by deed". V menyadari bahwa kesalahan suatu negeri memang tidak dapat ditudingkan begitu saja pada para birokrat dan politisi, karena bagaimanapun juga, para penguasa fasis tersebut bisa berada di kekuasaannya karena publik membiarkannya (dengan berbagai alasan, seperti ketakutan dan ketidak pedulian). Dalam satu episode, V mengatakan pada publik melalui televisi bahwa, “untuk mengetahui siapa yang bersalah atas semua yang terjadi, mari kita menatap cermin.”
Maka aksi V yang dimulai pada tanggal 5 November dimulai. Tanggal ini sendiri dipilih untuk menghormati tanggal di mana Guy Fawkes melakukan aksi peledakkan gedung parlemen Inggris pada abad ke-17 yang gagal—kisah mengenai Guy Fawkes sendiri adalah kisah yang nyata terjadi. Satu persatu para politikus, yang merupakan sejumlah tokoh penting dari partai politik yang berkuasa, menemui ajalnya. Hal ini berkaitan dengan ‘dosa-dosa’ para politikus tersebut di masa lampau yang telah memilih V sebagai salah satu korbannya. Plot pemberontakan itu sendiri disusun oleh V sedemikian rupa sehingga dalam waktu satu tahun (dari tanggal 5 November ke 5 November tahun berikutnya), yang diharapkan seluruh kekuasaan fasis akan runtuh.
Dalam film, segalanya berlangsung lancar. Plot demi plot berjalan dengan mulus, bahkan hingga titik terakhirnya di mana publik dengan tenang berjalan menuju Trafalgar Square dan berkumpul menyaksikan bagaimana gedung parlemen meledak dan runtuh. Tentara yang berjaga bahkan tak melepaskan satu tembakan. Semua orang penting partai yang dianggap berdosa di masa lampau telah menemui ajalnya di bawah keadilan yang dibawa oleh V. Sang pemimpin negara, Kanselir Adam Sutler, tewas ditembak Creedy, komandan pertahanan. Creedy sendiri kemudian dibunuh V. Semua mulus walau V sendiri akhirnya menemui ajalnya di tangan para Fingerman, polisi khusus pemerintah.
apakah akan sama seperti film v for vedentta nasib negara kita ini.. ????
Thursday, April 14, 2011
Teraponik
Sistem teraponik merupakan suatu sistem yang memanfaatkan lahan kecil menjadi lahan produktif untuk pertanian dan perikanan. Pada sistem teraponik hasil produksinya berupa sayuran organik, ikan dan lobster air tawar. Sayuran yang dibudidayakan pada sistem ini merupakan sayuran organik. Sayuran ini memanfaatkan air kolam ikan yang banyak mengadung kotoran ikan, kotoran ikan ini bermanfaat sebagai pupuk. Jenis sayuran organik yang dibudidayakan pada sistem teraponik adalah selada, sawi dan bayam. Sayuran ini dibudidayakan dalam wadah pot atau talang air yang berada pada pinggiran kolam.
Sayuran organik ditanam pada talang air yang disusun secara terasering ditepi kolam sebanyak empat tingkat yang setiap tingkatnya berisi dua talang. Jenis sayuran organik yang ditanam adalah selada. Selada ditanam sebanyak tiga tingkat dari empat tingkat, sedangkan lobster air tawar dibudidayakan pada tingkat talang paling bawah.
Sistem sirkulasi air pada teraponik dimulai dari air kolam ikan dipompa ketalang terasering paling atas yang berisi selada. Air dari talang yang paling atas dialirkan ketalang dibawahnya dengan penempatan saluran masuk dan keluar yang berlawanan pada tiap tingkatan dengan tujuan agar aliran air merata disetiap tingkatan talangnya.
Wednesday, April 6, 2011
What youJoy in the Workplace
What brings you great joy in the workplace? I know what brings me joy. Perhaps we share meaning about joyful events and circumstances in the workplace? I trust that in sharing mine, I remind you of yours. It's easy to get so bogged down in the day-to-day busy that we forget to cherish the best moments, those moments that provide the motivation necessary for continued contribution. What motivates the motivators? Here are mine. I feel joyful when:
- I watch people grow and develop in their decision making and competence through coaching, classes and experience,
- managers, clients and the CEO seek advice and counsel and trust my wisdom and experience to provide confident direction,
- I hear another person's peal of laughter; I know we have staff members who feel joy at work, too,
- I watch our staff greet every stranger with pleasure; temps and guests tell me they feel welcomed in our organization,
- a selected job candidate accepts our offer with little negotiation and obvious joy; the candidates not selected cry and send followup notes for months,
- we find four or five candidates we'd love to hire, who respond to our advertising of an open position,
- the team pulls together and we set sales records for the month,
- people ask intelligent questions at the company meetings and are genuinely interested in the response,
- I walk through the company and people greet me with a smile at every turn; only a few have questions or complaints,
- I accomplish a task or project that will actually result in progress for the company,
- I counsel staff members about returning to school or pursuing training and degrees,
- I watch a staff member perform with confidence in a situation that would have stumped her in earlier days,
- people form friendships that assist the organization and add to their work motivation,
- a staff member leaves our organization for a genuinely better opportunity,
- we accomplish our business goals on time, and
- I am privileged to work with other people who appear to experience great joy at work, too.
Motivation and joy are all around you if you take the time to get in touch with the events and circumstances that bring you joy. Feel the joy?
Untuk Semua yang Baru
KARUNIA KEGAGALAN
Kehidupan ini, sebenarnya lebih mirip pelangi ketimbang sebuah foto hitam putih. Setiap manusia akan merasakan begitu banyak warna kehidupan. la mungkin mencintai sebagian warna tersebut. Tapi yang pasti ia tidak akan mencintai semua warna itu.
Demikian pula dengan perasaan kita. Semua warna kehidupan yang kita alami, akan klta respon dengan berbagai jenis perasaan yang berbeda-beda. Maka ada duka di depan suka, ada cinta di depan benci, ada harapan di depan cemas, ada gembra di depan sedih. Kita merasakan semua warna perasaan itu, sebagai respon kita terhadap berbagai peristiwa kehidupan yang kita hadapi.
Seseorang menjadi pahlawan, sebenarnya disebabkan sebagiannya oleh kemampuannya mensiasati perasaan-perasaannya sedemikian rupa, sehingga ia tetap berada dalam kondisi kejiwaan yang mendukung proses produktivitasnya.
Misalnya ketika kita menghadapi kegagalan. Banyak orang yang lebih suka mengutuk kegagalan, dan menganggapnya sebagai musibah dan cobaan hidup. Kita mungkin tidak akan melakukan itu seandainya di dalam diri kita ada kebiasaan untuk memandang berbagai peristiwa kehidupan secara objektif, ada tradisi jiwa besar, ada kelapangan dada serta pemahaman akan takdir yang mendalam.
Kegagalan, dalam berbagai aspek kehidupan, terkadang diperlukan untuk mencapai sebuah sukses. Bahkan dalam banyak cerita kehidupan yang pernah klta dengar atau baca dari orang-orang sukses, kegagalan menjadi semacam faktor pembeda dengan sukses, yang diturunkan guna menguatkan dorongan untuk sukses dalam diri seseorang. Di sela-sela itu semua, kita juga membaca sebuah cerita, tentang bagaimana kegagalan telah mengalihkan perhatian seseorang kepada kompetensi inti, atau pusat keunggulan, yang semula tidak ia ketahui sama sekali.
ltulah misalnya yang dialami oleh Ibnu Khaldun. Kita semua mengenal nama ini sebagai seorang sejarawan dan filosof sejarah. la telah menulis sebuah buku sejarah bangsa-bangsa dunia dengan sangat cemerlang. Tapi yang jauh lebih cemerlang dari buku sejarah itu adalah tulisan pengantarnya yang memuat kaidah-kaidah pergerakan sejarah, hukum-hukum kejatuhan dan kebangunan bangsa-bangsa. Tulisan pengantar itulah yang kemudian dikenal sebagai Muqoddimah Ibnu Khaldun. Di negeri kita “muqoddimah” buku sejarah ini bahkan sudah diterjemahkan, sementara buku sejarahnya sendiri belum dlterjemahkan.
Buku Muqoddimah itulah yang mengantarkan Ibnu Khaldun untuk men–duduki posisi sebagal filosof sejarah yang abadi dalam sejarah. Tapi mungkin jarang diantara kita yang tahu kalau sesungguhnya buku itu merupakan hasil perenungan selama kurang lebih empat bulan, atas kegagalannya sebagal praktisi politik.
Takdirnya adalah menjadi filosof sejarah. Bukan sebagal politisi ulung. Tapi mungkinkah ia menemukan takdir itu seandainya ia tidak melewati deretan kegagalan yang membuatnya bosan dengan politik, dan membawanya kedalam perenungan-perenungan panjang diluar pentas politik, tapi justru yang kemudian melahirkan karya monumental?
Oleh: Anis Matta Lc.
Subscribe to:
Comments (Atom)

